Terkait Sanksi Iran, Erdogan Menilai Bahwa AS Adalah Pihak Yang Salah

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam pemberlakuan kembali sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, dan menegaskan Ankara tidak akan mematuhinya.

Kepada wartawan, Selasa (6/11/2018), Erdogan menilai AS sebagai pihak yang bersalah, dan sanksi itu hanya bertujuan merusak keseimbangan di dunia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengingatkan bahwa upaya Washington mengisolasi Teheran merupakan tindakan “berbahaya” dan tidak bijaksana.

Sehari sebelumnya, pemerintah AS memberlakukan sanksi gelombang kedua yang menyasar sektor perbankan, pelayaran, dan ekspor minyak Iran.

AS semula berobsesi  menjatuhkan penjualan minyak Iran secara dramatis hingga ke titik “nol” tapi kemudian malah mengecualikan Turki dan tujuh negara lainnya, yaitu Cina, India, Italia, Yunani, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan sehingga mereka tetap dapat mengimpor minyak Iran tanpa menghadapi kendala diplomatik.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada konferensi pers di Jepang, Selasa, mengatakan “Sementara kami meminta pengecualian dari Amerika Serikat, kami juga sangat berterus terang kepada mereka bahwa mengisolasi Iran tidaklah bijaksana. Mengisolasi Iran berbahaya.”

Cavusoglu mengatakan AS secara faktual menghukum rakyat Iran dengan sanksi yang tak adil.

Dia kemudian menyerukan dialog dengan Iran, dan mengingatkan bahwa sanksi akan sia-sia.

“Turki menentang sanksi, kami tidak percaya hasil apapun dapat dicapai melalui sanksi,” tegasnya. (mm/presstv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *