NU: Mencintai Indonesia Berarti Mencintai Agama

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi, KH Bagus Lukito mengatakan bahwa mencintai dan menjaga Indonesia berarti mencintai dan menjaga agama kita, yakni Islam. Menurutnya, kita telah lahir, besar, mencari nafkah, nikah, dan memiliki keturunan di Indonesia, maka sudah seharusnya kita menjaga bangsa ini.

“Bahkan, kita akan mati dan dikubur di tanah Indonesia. Makanya, mencintai Indonesia sama dengan mencintai agama Islam itu sendiri,” ungkapnya di Bekasi, Jawa Barat, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (4/11).

Kiai Lukito menyatakan bahwa bendera kita memang merah-putih, tapi jika beriman dan menjalankan syari’at agama, maka orang Islam di Indonesia sudah bertauhid. “Ukuran keimanan dan ketauhidan itu bukan karena mengibarkan bendera berkalimat laa ilaaha illallah saja. Sebab keimanan, ketauhidan, dan keislaman itu ada di hati,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menanggapi persoalan bendera berkalimat tauhid yang ramai dibicarakan belakangan ini. Menurutnya, bendera itu bukanlah bendera yang ada pada zaman Rasulullah.

“Bendera pada zaman Nabi Muhammad itu menggunakan khat (desain kaligrafi) kufi. Tidak ada syakal dan harakatnya. Saya punya Al-Qur’an yang tulisannya kufi. Tidak bisa saya bacanya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa bendera berkalimat tauhid yang saat ini dikibar-kibarkan itu baru ada pada abad ke-2 Hijriyah dengan menggunakan khat tsulutsi.Selain itu, menulis kalimat tauhid dihukumi makruh karena khawatir tidak mampu memuliakannya. “Keempat imam madzhab sepakat soal (hukum) itu,” ucapnya. (ar/NU Online).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *