Duterte: Senjata AS Tidak Kami Perlukan

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan Amerika Serikat sedang menawarkan pembicaraan mengenai rencana pengadaan peralatan militer di tengah rencana Manila untuk membeli senjata dari Rusia.

Berbicara di sebuah acara militer di kota kelahirannya di Davao pada hari Kamis, Duterte mengatakan dia telah menerima surat yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Menteri Perdagangan Wilbur Ross dan Menteri Pertahanan James Mattis.

Surat itu, katanya, mendesak Manila untuk membeli helikopter utilitas tempur Bell dan pesawat utilitas Cessna dari sebuah perusahaan Amerika. Duterte mengatakan bahwa negaranya memerlukan helikopter penyerang dan pesawat kecil untuk operasi kontra-militansi.

Dia mengatakan peralatan militer Amerika tidak berguna bagi negaranya, menambahkan Filipina tidak akan lagi menerima senjata bekas dari Amerika Serikat.

“Yang saya butuhkan hanyalah pesawat yang digerakkan oleh baling-baling untuk anti-pemberontakan,” katanya. “Saat ini Kami tidak memerlukan F-16, namun mereka (Amerika) muncul di depan kami setelah mereka menghina kami.”

Seorang pejabat senior Pentagon mengunjungi Filipina pekan lalu, memberi saran kepada Manila agar tidak membeli sistem dan platform senjata Rusia.

Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Keamanan Asia dan Pasifik, Randall Schriver mengatakan Washington dapat “menjadi mitra yang lebih baik daripada yang bisa dilakukan oleh Rusia ke Filipina.”

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana diharapkan bertemu dengan mitranya dari Rusia minggu ini untuk kemungkinan pembelian senjata Rusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *