Curahan Hati Sekjen Hizbullah Sayid Hasan Nashrullah

BERITA SYIAH – Sayid Hasan Nashrullah Bercerita, Pertama kali Jumpa Syaikh Muhammad Taqi Behjat saya masih berusia 26 tahun saat berkunjung bersama Syahid Abbas AlMusawi dan rombongan dari Lebanon yg berkunjung ke Qom.

Saat jumpa kami merasakan karisma yang luar biasa.

Ada banyak pertanyaan yang kami siapkan namun terkesima dan akhirnya pada lupa.

Kami bahkan tidak bisa menatap sinar wajahnya.

Lalu ada yang meminta nasihat dan beliau anjurkan;

Shalat awal waktu

Perbanyak shalawat dan Istighfar.

Dahulu pelajar madrasah di  lebanon tidak begitu akrab dengan tema filsafat dan irfan sampai terjadi Revolusi Islam dan hadirnya Imam Khomeini. Maka bagai mendapat sinar matahari, semua merasa dekat dan mulai tertarik dengan mendalami Sayr dan suluk (perjalanan ruhani menuju ilahi)

Disiplin ilmu ini sangatlah penting bagi masyarakat khususnya bagi yang punya kelebihan dan kekuatan agar mereka tidak meraja lela ataupun menjadi dzalim pada manusia. Semakin seseorang itu mempunyai kemampuan maka semakin penting baginya mempelajari ilmu Irfan dan menguatkan ruhaninya.

Sudah bukan rahasia bahwa di tengah kesibukannya di Tehran, Imam khomeini sering berkunjung ke Syaikh Behjat di Qom dan duduk diskusi bersama selama berjam-jam. Hal itu juga diteruskan oleh Sayed Ali Khamenei sampai sang Syaikh wafat.

Buku beliau Al-Naseh layak dipelajari dan diperdalam oleh setiap penimba ilmu.

Persis sebelum terjadinya serangan Israel yang bertubi dan membom habis-habisan setiap tempat yang diduga ada Sayed Hasan, beliau mendapat pesan dari Syekh Behjat untuk mulai mengamalkan doa berikut ini:

اللهم اجعلني في درعك الحصينة التي تجعل فيها من تريد

(Ya Allah lindungilah daku dalam perisai-Mu yang mana Engkau masukkan dalamnya siapa saja yang Engkau inginkan) 3 x di pagi dan sore hari.

Beliau pun menyadari bahwa doa itu berhubungan dengan keamanan dan beliau pun memahami bahwa masa genting akan datang.

Maka pada saat perang 33 hari dengan Israel di bulan july tahun 2006 kami sempat mengira bahwa perang itu akan seperti Karbala  dan bukan seperti Badr atau Khandaq. Kemungkinan selamat dan menang sudah hampir mustahil. Namun ada dua sosok yang membesarkan hati kami dan memberitahu kabar gembira;

Pertama adalah Syaikh Behjat yang mengirim pesan dan mengatakan bahwa “kalian akan menang.” Kedua, adalah pemimpin kami Sayyid Ali Khamenei yang menyatakan bahwa,

“Kalian akan menang dan bahkan menjadi lebih kuat di propinsi dan dalam skala yang lebih besar.”

Dan akhirnya Hizbullah pun menang dan membuat dunia gempar.

[BS/Muqawamah]

 

6 Comments on “Curahan Hati Sekjen Hizbullah Sayid Hasan Nashrullah”

  1. Wooiii..Tu foto para anjing lagi pada ngapain yaa?? Ini nih sekte keturunan kaum sodom.. yang di incar dubur dan doggy… Pesta sex ala anjing Khomeini yang hobi doggy

  2. politik barat itu kalau saya nilai adalah mengatai ngatai diri sendiri. sodom itu amerika. dan budaya itu jasad, bukan ruh. islam itu ruh bukan jisim…badan itu di aliri darah, dan di dalam darah setan berada.
    oleh karena itu kita di haruskan berpuasa. saya melihat semua perbedaan dari pengalaman spiritual saya. siapa yg yg islam tp menerima perbedaan termasuk homosex saya jg tahu.. ilmu mereka apa? keghaiban yg ada di sisi mereka sama sekali bukan islam.
    semua ini sulit dibuktikan,,tp jelas kebenaran itu adalah gencatan senjata terhadap musuh. bukan duduk bersama bahkan mengatai sebaliknya? mau tahu?
    kita yg benar di anggap salah karena bisa bertemu malaikat. padahal yg kita temui adalah ilmu Allah ( ruh penjaga ). menuduhpun dangkal ilmu..ketahuan sesatnya.karena yg bisa malaikat hanya Nabi dan itu memang benar tuduhan mereka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *